Green Wall, Upaya Hijaukan Terminal Joyoboyo

Dishub Surabaya saat ini membangun Green Wall di Terminal Joyoboyo. Letaknya di sisi samping pintu masuk ke kantor terminal dan di tempat parkir sepeda motor. Pembangunan Green Wall ini sebagai salah satu upaya untuk menciptakan konsep green terminal di setiap terminal di Surabaya.

Ini adalah foto progress pembangunan Green Wall. Sudah ada beberapa tanaman merambat pada kedua Green Wall. Nantinya tanaman merambat akan memenuhi dinding maupun atau parkiran, sehingga Terminal Joyoboyo akan tampak lebih hijau. (cnd)

green wall joyoboyo 1 website green wall joyoboyo 2 website

Advertisements

kerja bakti blog

Jumat (28/06/2013) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan kerja bakti di Terminal Joyoboyo. Kerja bakti ini diikuti oleh seluruh bidang di Dishub Surabaya. Acara dimulai dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Terminal Joyoboyo dibagi menjadi enam zona.  Setiap bidang melakukan kerja bakti di zona yang berbeda-beda. “Kami membagi enam zona, sehingga kegiatan kerja bakti di Terminal Joyoboyo dapat berjalan maksimal,” ungkap Ir. Irvan Wahyudarajad, M.MT. Acara ini ditutup dengan makan pagi bersama seluruh karyawan Dishub Surabaya. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Dishub Surabaya terhadap lingkungan, khususnya kebersihan Terminal Joyoboyo,” tambah EddiAmd. LLAJ, S.Sos, MM, Kepala Dishub Surabaya. (cnd)

Progress Pembangunan Gedung Kantor UPTD Terminal Joyoboyo

Progress Pembangunan Gedung Kantor UPTD Terminal Joyoboyo

Image
Saat ini pembangunan Gedung Kantor UPTD Terminal Joyoboyo sudah mengalami kemajuan yang cukup bagus, berdasarkan pantauan di lapangan 25 Oktober 2012, pekerjaan pembangunan sudah memasuki tahap finishing.
Beberapa fasad eksterior sudah selesasi dikerjakan, pembangunan akan terus dipercepat untuk memenuhi target akhir tahun mulai diresmikan.
Gedung Kantor UPTD tersebut direnacanakan akan menjadi pusat intermoda transportasi di Kota Surabaya, selain itu juga bisa dijadikan pusat tempat diskusi pemerhati dunia transportasi di Kota Surabaya untuk dijadikan tempat gathering komunitas. (hwa)

Image.

Pemkot Surabaya, Dinas Perhubungan Surabaya, Dinas PU Bina Marga, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan instansi terkait lain telah siap dengan persiapan penyambutan kedatangan tamu 700 kepala daerah se-Asia Pasifik akan menghadiri acara Roundtable Meeting 29th Session of Executive Committee of CITYNET DAN SEMINAR INTERNASIONAL. Acara yang bertemakan “Paving the Way Towards Environmentally Sustainable Cities” akan diselenggarakan pada tanggal 9-12 Juli 2012.

Sebelumnya beberapa persiapan beberapa instansi terkait telah dilakukan diantaranya Dishub Surabaya kerja bakti bersama di beberapa Terminal, kemudian mengecat ulang tempat-tempat umum seperti taman, terminal, dll. Selain itu Dishub Surabaya telah menyelesaikan pengecatan lajur sepeda dengan warna lebih menarik dan terlihat jelas dengan warna jingga, dan dilakukan juga pengecatan ulang marka jalan, pembatas jalan dan trotoar.

Citynet merupakan organisasi jaringan kerja sama pemerintah daerah se-Asia Pasifik. Kota Surabaya masuk sebagai anggota pada 2009 dan menjabat sebagai salah satu anggota executive committe. Tahun ini Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan rapat rutin yang digelar setiap tahun yaitu acara Roundtable Meeting 29th Session of Executive Committee of CITYNET.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 19 negara (147 peserta) yang menyatakan kesediaannya hadir, di antaranya Malaysia, Thailand, Singapura, Myanmar, Korea dan Jepang. Selain itu juga Iran, Nepal, Bulgaria dan Prancis. Sedangkan dari dalam negeri, setidaknya 25 bupati/wali kota juga menyatakan siap datang. Jumlah ini masing ditambah beberapa instansi lain yang jumlahnya sekitar 87.

Dengan adanya upaya yang dilakukan Dishub Surabaya dan beberapa instansi terkait lain tersebut diharapkan Kota Surabaya dapat memberikan sambutan yang baik kepada tamu-tamu dari negara lain itu, sehingga secara tidak langsung akan memberikan dampak yang baik untuk nama Indonesia. (hwa)

Dishub Surabaya Tasyakuran Atas Dimulainya Kembali Pembangunan Gedung Kantor Uptd Terminal Joyoboyo

Image

Hari ini Jum’at (08/06/12) pukul 10.00 wib Dishub Surabaya mengadakan tasyakuran atas dimulainya kembali pembangunan Gedung Kantor UPTD Terminal Joyoboyo bertempat di lokasi proyek pembangunan. Turut hadir Kepala UPTD Kepala UPTD Terminal Joyoboyo, Radianto, S.Sos, jajaran staff Dishub Surabaya, rekanan, dan beberapa pekerja proyek.

Gedung tersebut dibangun dengan ketinggian 3 lantai dan 4 lantai. Kesan minimalis dan modern sangat terasa, selain itu juga diterapkan konsep “green building” dengan memakai tanaman merambat pada beberapa bagian fasad. Targetnya pembangunan Gedung Kantor UPTD Terminal berkelas B itu akan selesai pada kuartal ke-IV tahun ini atau akhir tahun ini.

Harapannya dengan diadakannya acara tasyakuran tersebut maka dalam melaksanakan pembangunan gedung tersebut tidak ada halangan apapun. “Semoga saudara-saudara kita yang melaksanakan tugas pembangunan diberikan kesehatan jasmani dan rohani, selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan,” sebut Radianto. “Pada akhirnya agar pembangunan ini bisa berguna pada masyarakat umum, khususnya pengguna jasa terminal.” tutup Radianto. (hwa)

In-class Training Sebagai Langkah Awal Menuju ISO OHSAS 18001:2007

Menjelang akhir tahun Dinas Perhubungan Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pelayanan publik. Tidak hanya mutu pelayanan langsung kepada masyarakat, melainkan mutu keselamatan jajaran personel dan pengguna jasa transportasi di terminal dan unit pengujian kendaraan bermotor juga menjadi perhatian utama bagi Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Rabu Kemarin (13/12/2011) Dishub Surabaya mendapatkan pelatihan keamanan dan keselamatan kerja (K3) bagi pimpinan UPTD terminal, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dan Kepala Pangkalan di seluruh Kota Surabaya. Pelatihan ini merupakan tahap awal sebelum mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:2007 dan agenda kedua setelah mendapatkan sertifikasi tentang manajemen administrasi ISO 9001:2008 tahun yang lalu.

Diatas semua itu, pelatihan ini bertujuan memberikan keamanan dan keselamatan kerja, meningkatkan standar mutu pelayanan keselamatan sesuai standar internasional serta mengurangi resiko di setiap unit pelayanan seperti terminal, stasiun pengujian kendaraan bermotor dan kantor utama Dishub Surabaya dari bahaya kecelakaan kerja.

“Agenda hari ini adalah in-class training, materi berikutnya tentang teknik penerapan dan prosedur dokumentasi yang lebih komprehensif akan dipaparkan pada tanggal 20-21 Desember 2011. Program yang urgent saat ini adalah peningkatan mutu keselamatan baik bagi petugas kami di lapangan maupun pengguna jasa transportasi.” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Transportasi , Irvan Wahydrajad, M.MT.

Boby Arief Hendradjaja selaku pemberi materi dan manager of training dari TUV Nord Indonesia mengatakan, “Saya melihat resiko terbesar datang dari luar (pengguna jasa terminal) seperti calon penumpang dan armada bus. Dengan adanya pelatihan dan penerapan sistem yang sesuai dengan ISO OHSAS 18001:2007, secara optimis resiko dapat ditekan hingga 50%. Pada dasarnya ada 3 hal utama dalam standar keselamatan, Kualitas SDM, sistem pencegahan dan penanganan kecelakaan dan yang  terakhir adalah sarana dan prasarana yang digunakan.

Kuncinya terletak pada kualitas SDM dalam meminimalisir resiko dan mengatasi kecelakaan yang sedang terjadi. Meski sebuah korporasi memiliki sistem dan fasilitas yang memadai, namun kualitas SDM yang kurang baik maka hal ini akan menyulitkan instansi itu sendiri. Materi yang diberikan dalam in-class training antara lain penugasan personel yang bertanggung jawab atas K3, pemasangan rambu khusus K3, dokumentasi sarana dan prasarana yang ada, dokumentasi kecelakaan kerja yang terjadi setiap harinya, serta perlengkapan untuk personel di lapangan serta langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007.

Setelah mendapatkan pelatihan K3, pihak TUV Nord Indonesia selaku pemberi pelatihan, auditor serta pemberi sertifikasi ISO OHSAS 18001: 2007 akan memberikan rentang waktu 1 tahun kepada Dishub Surabaya untuk menerapkan materi yang telah diberikan dan menyediakan sarana dan prasarana di setiap unit-unit pelayanan. Selain itu, akan ada pre audit yang akan dilakukan sebelum sistem K3 diimplementasikan. Hal ini dilakukan agar perbandingan kualitas SDM dan ketersedian sarana dan prasarana sebelum dan sesudah penerapan sistem OHSAS dapat terlihat.